Info Sekolah
Monday, 30 Jan 2023
  • Website ini sedang dalam Pengembangan, mohon maaf atas ketidak nyamanan Anda ...........Website ini sedang dalam Pengembangan, silahkan kontak Medsos kami

SISTEM PENDIDIKAN KETARUNAAN

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Di era modern ini, seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, karakter dari masing-masing individu ikut mengalami pergeseran. Karakter dan kepribadian ini cenderung mengalami pergeseran ke arah negatif. Oleh karena itu dunia pendidikan diharapkan menjadi motor penggerak untuk memfasilitasi perkembangan karakter, sehingga anggota masyarakat mempunyai kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis dan demokratis dengan tetap memperhatikan sendi-sendi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan norma-norma sosial di masyarakat yang telah menjadi kesepakatan bersama. Untuk mendorong perkembangan karakter menuju kearah yang lebih baik deperlukan peran sekolah yang mengedapankan sistem penguatan pendidikan karakter.

Sekolah merupakan suatu bentuk organisasi yang mempunyai budaya tersendiri dari sistem yang utuh dan khas. Kekhasan budaya sekolah tidak lepas dari visi dan proses pendidikan yang berlangsung. Suatu sekolah dapat membentuk dan mengatur budaya yang ada, karena pembentukan dan manajemen budaya sekolah yang baik akan mendukung terciptanya sekolah yang efektif. Ketarunaan merupakan salah satu budaya yang dapat diterapkan di perguruan tinggi atau sekolah, lebih tepatnya Sekolah Menengah Atas/ Kejuruan (SMA/K) karena usia yang dinilai sudah cukup matang.

Pemerintah mengeluarkan program pendidikan karakter melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter dengan pertimbangan bahwa dalam rangka mewujudkan bangsa yang berbudaya melalui penguatan nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab, pemerintah memandang perlu penguatan pendidikan karakter. Maka atas dasar pertimbangan tersebut, pada tanggal 6 September 2017, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Serta melalui Permendikbud 20 Tahun 2018 PPK pada Satuan Pendidikan Formal merupakan turunan dari Perpres No. 87 Tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter pada pasal 14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Budaya Nomor 20 Tahun 2018 Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal ditetapkan pada tanggal 7 Juni tahun 2018. Pada Pasal 1 ayat 1 bahwa Penguatan Pendidikan Karakter yang selanjutnya disingkat PPK adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Terdapat 5 (lima) nilai utama pendidikan karakter di sekolah

  1. religiositas,
  2. nasionalisme,
  3. kemandirian,
  4. gotong royong, dan
  5. integritas.

Pada pelaksanaan di satuan pendidikan, kelima nilai utama tersebut terintegrasi dalam kurikulum.

Ketarunaan merupakan sistem pendidikan yang dapat dijumpai di beberapa Perguruan Tinggi, SMA, dan SMK di Indonesia. Menurut Suryanto (2016) ketarunaan merupakan suatu sistem pendidikan yang menerapkan prinsip militer dengan tujuan membentuk karakter peserta didik, akan tetapi penerapan prinsip bukanlah prinsip murni militer. Berdasarkan pendapat tersebut, sekolah berbasis ketarunaan memiliki makna sebagai sistem pendidikan yang menerapkan prinsip-prinsip dasar militer. Prinsip yang diterapkan bukanlah militer murni akan tetapi dasar taruna (kegiatan pelatihan-pelatihan) yang digunakan dalam militer. Tujuannya adalah untuk menanamkan karakter, khususnya karakter kedisiplinan dan pembentukan kepribadian yang baik pada peserta didik. Pelaksanaannya mampu mencegah dan mengatasi penyimpangan pada kepribadian anak sehingga anak dapat berkembang dengan baik. Sekolah dengan basis ketarunaan dalam kesehariannya, secara fisik memiliki ciri tersendiri.

Salah satu sekolah di Kabupaten Cirebon yang menerapkan budaya sekolah berbasis ketarunaan adalah SMK Negeri 1 Mundu. Dalam sekolah ini ketarunaan diterapkan sejak awal didirikannya sekolah pada Tahun 1965. Lembaga pendidikan ini merupakan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Cirebon dengan basis ketarunaan untuk diterapkan sebagai budayanya. Budaya ketarunaan yang diterapkan merupakan budaya yang sudah lama dibentuk demi meningkatkan karakter dan kualitas lulusan agar dapat bersaing secara global dengan bangsa lain diseluruh dunia.

Suasana taruna sangat kental terasa pada lingkungan sekolah. Dalam setiap kegiatan di lingkungan sekolah, penyebutan bagi peserta didik adalah taruna dan taruni. Tidak hanya berseragam layaknya personel militer, peserta didik juga bersikap dan memiliki daya tarik yang karismatik. Lingkungan belajar peserta didik di SMK Negeri 1 Mundu terasa tenang dan asri. Tempat belajar peserta didik juga tampak bersih serta tertata rapi, meskipun pegawai kebersihan hanya ada beberapa orang, yang mendasari kebersihan lingkungan sekolah ini karena adanya kerja bakti taruna setiap harinya, selain itu adanya aturan hukuman berupa membersihkan lingkungan apabila terjadi pelanggaran.

Peserta didik di SMKN 1 Mundu berada dalam budaya sekolah yang disiplin. SMK Negeri 1 Mundu merupakan sekolah berbasis taruna yang bekerjasama dengan Angkatan Laut (AL) tepatnya Pangkalan TNI AL (Lanal) Cirebon, kepolisian dan isntansi lain dalam mendukung program sekolah. Bukan hanya menekankan pada kedisiplinan, SMK Negeri 1 Mundu juga membentuk karakter peserta didik melalui peningkatan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. kegiatan IMTAQ disekolah bertujuan untuk membekali sikap santun dan sifat yang baik bagi peserta didik.

SMK Negeri 1 Mundu mempunyai kekhasan dalam penerapan budaya ketarunaan yang berbeda dengan sekolah lain. Perbedaan itu terletak pada kegiatan penguatan karakter sebelum siswa menjadi Taruna dan Taruni di SMKN 1 Mundu Cirebon, siswa harus mengikuti kegiatan Latihan Dasar DIsiplin Korps (LDDK) selama kurun waktu yang telah ditentukan. dalam pelaksanaan Latihan Dasar Disiplin Korp di SMK Negeri 1 Mundu, dibentuk berupa struktur komando yang disebut SATGAS (Satuan Tugas) LDDK yang bertugas dalam pelaksanaan kegiatan Latihan Dasar Disiplin Korp (LDDK) yang sebelumnya SATGAS ini dibentuk dan dilatih oleh Pembina Kesiswaan dan Anggota LANAL.

Dalam mendukung program ketarunaan yang menyeluruh, kegiatan pembinaan dan pelatihan bukan hanya ditujukan kepada peserta didik namun juga kepada guru dan staf tata usaha dilatih pendidikan ketarunaan oleh LANAL Cirebon dan Team Manajemen sekolah yang ditunjuk sebagai fasilitator dalam mendukung program pendidikan ketarunaan.

Seluruh Taruna dan Taruni di SMK Negeri 1 Mundu wajib memahami dan mengamalkan 5 janji setia korps yang selalu diucapkan saat upacara bendera setiap hari senin, yang berisi :

JANJI SETIA KORPS

SMK NEGERI 1 MUNDU CIREBON

Demi Pengabdian dan Kesetiaanku Terhadap Korps, Negara dan Bangsa Indonesia, Kami Berjanji :

  1. Kami akan belajar dan bekerja dengan rajin, serta tidak mengenal putus asa
  2. Kami akan jujur dalam fikiran dan tindakan
  3. Kami akan memegang teguh disiplin korps, disekolah, dirumah, dan dalam pergaulan
  4. Kami akan menghormati Guru-guru, Ayah-Bunda, dan Orang tua lainnya
  5. Kami akan berbakti kepada tuhan dan negara
  1. Proses Pembentukan Karakter Peserta Didik Melalui Pelaksanaan Budaya Sekolah Ketarunaan di SMK Negeri 1 Mundu Cirebon

Pembentukan karakter melalui pelaksanaan budaya di SMK Negeri 1 Mundu diawali dengan penyiapan lingkungan sekolah dan peserta didik. Lingkungan sekolah yang dimaksud adalah wujud gambaran karakter yang ingin dibentuk pada peserta didik, termasuk didalamnya visi, misi, serta tujuan sekolah serta sarana atau fasilitas yang disediakan oleh sekolah. Peserta didik harus disiapkan sedemikian rupa agar mampu menerima dan melaksanakan budaya sekolah yang ada. Peserta didik yang telah siap kemudian melaksanakan budaya sekolah yang ada dan kemudian mendapatkan nilai- nilai karakter yang perlu diinternalisasikan dan terbentuk dalam diri peserta didik. Pelaksanaan budaya membutuhkan elemen penujang yang membantu keberlangsungan budaya yang ada. Elemen ini berupa pembentukan karakter sesuai visi misi sekolah, pedoman karakter taruna, strategi dalam pembentukan karakter peserta didik, program afirmasi dan inklusi, fasilitas sekolah dalam pembentukan karakter, keterlibatan orang tua menunjang keberhasilan budaya sekolah dan seluruh elemen bertanggungjawab dalam pelaksanaan budaya sekolah.

Beberapa nilai yang terbentuk dari pelaksanaan budaya sekolah yaitu gemar membaca, rasa ingin tahu, religius, jujur, disiplin, demokratis, tanggung jawab, solidaritas, bersahabat, toleransi, cinta tanah air, nasionalis, semangat kebangsaan, apresiasi budaya bangsa, menghargai prestasi, kerja keras, keberanian, daya juang, mandiri, gotong royong, rela berkorban, peduli lingkungan, cinta damai dan peduli sosial.

  • Faktor Pendukung Pelaksanaan Budaya Sekolah Berbasis Ketarunaan dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di SMK Negeri 1 Mundu Cirebon

Faktor pendukung dalam pelaksanaan budaya sekolah berbasis ketarunaan meliputi pendukung dari pihak internal dan pihak eksternal. Faktor pendukung dari pihak internal yaitu guru yang mengawasi budaya sekolah, keterlibatan seluruh elemen demi keberhasilan pelaksanaan budaya ketarunaan, fasilitas sekolah yang mendukung budaya sekolah dan pembelajaran yang seimbang. Faktor pendukung dari pihak eksternal yaitu kerjasama dengan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal), Kepolisian, dan instansi lainnya serta peran orang tua siswa dalam mendukung budaya ketarunaan disekolah.

  • Keunggulan Budaya Sekolah Berbasis Ketarunaan di SMK Negeri 1 Mundu Cirebon

Keunggulan budaya sekolah meliputi keuntungan yang diperoleh oleh pihak internal dan eksternal sekolah. Pihak internal yaitu peserta didik, guru serta tenaga kependidikan. Bagi peserta didik adalah meningkatkan kesadaran disiplin, meningkatnya ketaqwaan kepada Tuhan YME, lebih rajin, memiliki toleransi yang tinggi, bertanggungjawan dalam tugas, percaya diri, memiliki jiwa kepemimpinan dan cinta tanah air. Keuntungan bagi guru yaitu peserta didik yang mudah diarahkan dalam pembelajaran, Pribadi guru dan tenaga kependidikan menjadi lebih bertaqwa kepada Tuhan YME karena pembiasaan sehari-hari, dan peserta didik yang lebih disiplin dalam pengumpulan data yang diminta. Pihak eksternal yaitu orang tua, masyarakat serta dunia usaha dan dunia industri (DU/DI). Bagi orang tua, keuntungan yang didapatkan adalah perasaan bangga terhadap peningkatan karakter baik anaknya, mampu membimbing anak dalam lingkungan yang unggul. Bagi masyarakat, keuntungan yang didapatkan adalah timbulnya standart tampilan peserta didik yang seharusnya ada di lingkungan sosial. Sedangkan keuntungan yang didapatkan oleh pihak dunia usaha dunia industri (DU/DI) yaitu peserta didik dapat menjadi calon tenaga kerja yang memiliki sikap teladan bagi rekannya.