banner 728x90

KUNJUNGAN di PELABUHAN JUMUNJEN, KOREA SELATAN

Kunjungan di Pelabuhan Jumunjen, Gangneung, Gangwon-do, Korea Selatan(Integrasi
Pelabuhan Perikanan dengan Pasar Ikan Basah dan Kering)

By. Agus Supriatna, S.Pd. MM
Guru SMK Negeri 1 Mundu Cirebon

Gangneung, 15 Maret 2019
Saya terpilih dari salah satu guru untuk mengikuti program Pelatihan Pendidik Dan Tenaga Pendidik Ke Luar Negeri ( PPTKLN ) tahun 2019 bidang Kemaritiman, salah satu kegiatannya adalah kunjungan ke Port Jumunjen dan Fish Market yang menjadi satu area di sana.
Kondisi pelabuhan perikanan yang sangat rapih dan bersih yang berbeda jauh dengan kondisi pelabuhan yang pernah saya lihat di Indonesia. Menurut informasi yang saya dapat di Korea Selatan tidak boleh sembarangan menangkap ikan, dan meraka sangat disiplin untuk mentaati aturan dari pemerintah. Kapal yang saya jumpai kebetulan ada kapal yang menagkap cumi dan ada kapal yang menangkap kepiting. Area pelabuhan bersatu dengan pasar ikan segar dan kemudian di sisi jalan besarnya berjajar toko-toko yang menjual ikan asin atau ikan yang sudah dikeringkan.

Kondisi pelabuhan perikanan yang sangat rapih dan bersih yang berbeda jauh dengan kondisi pelabuhan yang pernah saya lihat di Indonesia. Menurut informasi yang saya dapat di Korea Selatan tidak boleh sembarangan menangkap ikan, dan meraka sangat disiplin untuk mentaati aturan dari pemerintah. Kapal yang saya jumpai kebetulan ada kapal yang menagkap cumi dan ada kapal yang menangkap kepiting. Area pelabuhan bersatu dengan pasar ikan segar dan kemudian di sisi jalan besarnya berjajar toko-toko yang menjual ikan asin atau ikan yang sudah dikeringkan.

Pasar ikan segar sungguh sangat rapih dan bersih, di area pasar tersebut semua di beton sehingga tidak kumuh dan air bersih selalu mengalir, dan tersedia juga saluran air yang lancer sehinga bau ikan nyaris tidak tercium hidung. Sampah tidak saya jumpai di pasar tersebut berbeda sekali pemandangannya dengan pasar di Indonesia pada umumnya.

Di sisi jalan raya masih di kawasan Port Jumunjen tersebut berderet took-toko yang menjual ikan kering/ ikan asin yang modern sehingga bukan hanya untuk kebutuhan sehari-hari tetapi pasar ini sudah merukan destinasi wisata untuk memburu oleh-oleh dari korea selatan. Kawasan took ini didisain sangat menarik layaknya tempat wisata dan terlihat sangat bersih karena memang karakter orang korea sangat disiplin dalam membuang sampah, karena memang jika membuang sampah sembarangan akan kena denda, CCTV dipasang dimana-mana dan akan kelihatan jika ada pelanggaran yang dilakukan oleh warganya.

Konsep pelabuhan yang menyatu dengan pasar ikan segar hasil tangkapan dan pasar ikan kering/ikan asin ini bisakah diterapkan di Indonesia khusunya di Cirebon, karena di Cirebon ada potensi untuk bisa seperti itu, bisa juga untuk perluasan destinasi wisata di Cirebon. Kita ambil contoh di Bondet, bondet salah satu pelabuhan perikanan yang masih berfungsi yang ada di Kabupaten Cirebon dan dilalui oleh jalan besar sehingga akses untuk wisatawan juga tidak kesulitan. Semoga tulisan ini bisa menginspirasi pembangunan di wilayah Cirebon khususnya dan umumnya untuk Indonesia.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply